Property Kita.com

”PropertyKita.com

Jumat, 23 Januari 2009

Christmas of USU's Forestry Department

Bulan Desember merupakan bulan di mana umat Kristiani di dunia mengalami penuh sukacita. Kenapa tidak? Bulan Desember adalah bulan peringatan kelahiran Sang Juruselamat dunia, Yesus Kristus. Berbagai persiapan dilaksanakan di beberapa tempat, baik itu sekolah, kampus, perkantoran, dan gereja untuk merayakan peristiwa sekali setahun ini. Namun, sudahkah Ia yang lahir 2000 tahun lalu telah "lahir" di dalam kehidupan kita? Mari tanyakan pada pribadi kita masing-masing...

Persiapan demi persiapan untuk merayakan natal dilakukan oleh umat Kristiani di berbagai belahan dunia, demi memberikan yang terbaik bagi Sang Juruselamat dunia. Begitu pula yang dilakukan di Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU). Berbagai persiapan dilakukan dengan berbagai perjuangan, pergumulan, doa, dan lain-lainnya. Terkadang ada perbedaan karakter di antara panitia yang menyebabkan terjadinya konflik, kurangnya kepedulian, dan lain-lain hingga meneteskan air mata. Namun, bersyukur karena kasih semua itu berlalu seperti angin. Ya, kasih merupakan jawabannya, karena Sang Juruselamat dunia yang kita rayakan hari kelahirannya adalah Kasih. Dialah sumber Kasih itu ...

Perjuangan, pergumulan, dan doa untuk berbagai persiapan itu membuahkan hasil hingga pada hari-H nya. Ya, pada tanggal 15 Desember 2008 merupakan peristiwa yang sangat berharga bagi Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Tanggal dan hari itu adalah hari perayaan natal yang dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Perayaan Natal Keluarga Besar Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara mengambil tema "Indahnya Tali Persaudaraan" dengan dasar Alkitab yang diambil dari Mazmur 133 : 1. Adapun sub temanya adalah "Dengan Semangat Natal, Marilah Kita Mengangkat Ikatan Persaudaraan dalam Kasih Kristus”. Tema natal ini diambil karena mengingat kurangnya perhatian dan persaudaraan yang dimiliki di antara Mahasiswa Kristiani Departemen Kehutanan. Dengan harapan melalui natal ini, tema tersebut dapat terwujud di kampus Departemen Kehutanan USU. Perayaan natal dilaksanakan di GKPI Pamen Medan.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 18:32 WIB dari jadwal awal pukul 18:00 WIB disebabkan faktor tertentu. Acara ini berjalan khidmat dan penuh sukacita. Jemaat yang hadir lebih dari 500 orang memadati ruangan gereja. Acara demi acara berjalan hingga pada puncaknya yaitu Renungan Natal yang dibawakan oleh Bapak Sonang Sianipar, SH, M.Th. Beliau menyampaikan renungan natal dengan penuh semangat yang membawa perhatian lebih dari 500 jemaat kepada beliau. Melalui penyampaian renungan natal tersebut, beliau berpesan kepada mahasiswa/i Departemen Kehutanan untuk menjaga sikap persaudaraan di antara mahasiswa/i Departemen Kehutanan di kampus agar tidak sia-sia perayaan natal yang dilaksanakan pada malam itu. Acara berakhir pada pukul 22:10 WIB yang ditutup dengan ucapan selamat natal dan tahun baru dari MC. Varia natal yang dilaksanakan setelah acara kebaktian kurang mendapat perhatian dari jemaat, sebab jemaat langsung keluar dari ruangan gereja setelah ucapan selamat natal dan tahun baru serta salam-salaman. Namun demikian, Trio New Pratama Plus langsung membawakan lagu pujian untuk mengisi atau "mengantar" kepulangan jemaat dan keramaian ruangan.

Setelah semuanya "kembali" dari larutnya dalam berfoto ria, panita pun membersihkan ruangan gereja yang kemudian ditutup dengan doa ucapan syukur yang dibawakan oleh koordinator sie. acara. Tepat pada pukul 23:00 WIB seluruh panitia sudah tidak lagi ada di ruangan gereja dan di luar membagikan makanan untuk seluruh panitia yang belum kebagian "jatah". Oya, berikut ini adalah dokumentasi atau hasil jepretan panitia selama acara natal berlangsung dan pernak-perniknya:

Penerima Tamu yang ca'em menunggu kehadiran jemaat


Barisan Prosesi 1


Barisan Prosesi 2


Barisan Prosesi 3


Barisan Prosesi 4


Barisan Prosesi 5


Denni (Ketua Natal), Bapak Sonang (Pembicara), dan Benyaris (Ketua TimHut)


Kata Sambutan Ketua Panitia Natal

Kata Sambutan dari Orangtua


Trio New Pratama Plus kompak yoo ...


Kata Sambutan dari Alumni

Kata Sambutan dari PEMA


Votum dibawakan oleh Bapak Sonang Sianipar, SH, M.Th


Liat apaan sih ???

Persembahan Pujian 2006


Penampakan Iblis di tengah Taman Eden


Buah dalam taman ini boleh kami makan buahnya, tetapi buah pohon di tengah-tengah taman itu tidak boleh kami makan ...


Iblis tertawa karena telah berhasil menggoda perempuan itu


Koor Stambuk 2008

Koor Transeamus


Angel Voice



Maria maukah kau menjadi isteriku ? (Ciee...)


Wah ... putih banget senyumnya ... selaras dengan bajunya


Katakan la ... (la ... la ... la ...)


Aaa ... (lebar banget ntar masuk nyamuk ... ;p)


Paduka Raja Herodes ada apa gerangan kau memanggil kami?


Yusuf liat apaan tuh? Marianya jangan dicuekin dunks ... (He ... 3x)


Ya Tuhan, kami datang mempersembahkan apa yang kami miliki kepada-Mu


Tidur atau ... ???


"Para Malaikat" pembawa lilin memasuki ruangan ...


Jangan tinggi-tinggi angkat lilinnya ...


Detik-detik penyerahan lilin ...


Menunggu datangnya "para malaikat" pembawa lilin

Serah terima lilin dari "Pemimpin Malaikat" (He... 3x ;p)


Penyalaan Lilin 1


Penyalaan Lilin 2


Penyalaan Lilin 3


Kasih yang Semula (Gustinaria)


Koor Stambuk 2005


Desponsatio penuh "Power"


Doa Syafaat oleh Ade Irma (Manajemen Hutan 2004)


Stambuk 2004 bernyanyi penuh kekompakan


Jemaat dalam Jepretan


Stambuk 2006 (Panitia)


Abang dan Kakaknya Stambuk 2006 (Ya, stambuk 2004)


Nih dia adik-adik kami tercinta (Stambuk 2008)


Abang dan Kakak Stambuk 2005

Adik-adik Stambuk 2007


Pasukan Transeamus


Undangan dan Alumni



Pernak-Pernik Natal

Backing Vocal penuh semangat dan enerjik


Kegembiraan yang meluap-luap


Operator LCD (Pasangan yang tepat)


Uuuuu.... Manis kan?


Hemmm ... Uuu .... (Apaan sih ???)


Suasana ramai bangetttt ...


Putih Pepsodent


Rame abizzz ...


Penerima tamu yang ideal, tapi koq tangannya ditempelin gitu???

Peaceeee for All


Gaya gue yang paling asyik nih


Kompak banget megang mikrofonnya


Malam kudus, sunyi senyap ...


Ini Dia Para Idola yang Jadi Idola


Devi, Idola di antara Rimbawan


Loly, Idola di antara Musisi


Bang Nikson jadi Idola ...


Hisar, Idola nan tampan dan rupawan


Wuihh Beni Keyennnn, nih dia cowok idola and idamannya putri Cinderella

Dokumentasi ini dibuat atas inisiatif aku sendiri untuk menjadi kenangan sepanjang masa dan dunia dapat melihat inilah Perayaan Natal Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara tahun 2008 di Indonesia. Semoga natal tidak hanya menjadi budaya yang mendarah daging bagi masyarakat Kristiani dunia, khususnya Indonesia, dan terkhusus lagi bagi Mahasiswa/i Kristiani Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Tetapi, menjadi sesuatu yang merubah kehidupan dan menjadikan kita orang yang benar di mata-Nya.

Sampai jumpa pada kesempatan yang lain pada blog yang sama. Thank's for All and Participation.

Jumat, 16 Januari 2009

Kayu Konstruksi dan Beberapa Metode Pengawetannya

Dewasa ini kebutuhan akan kayu sebagai bahan konstruksi masih terbilang tinggi. Tidak dapat dipungkiri, masyarakat lebih memilih bahan baku kayu untuk membangun rumah. Sifat baik dari kayu, yaitu mudah pengerjaannya, murah, dan bersifat renewable merupakan jawaban utamanya. Alternatif bahan baku kayu juga dapat berupa kayu buah-buahan, baik itu yang berasal dari hutan rkyat atau kebun kayu. Sebagian besar kayu-kayu dari hutan rakyat atau kebun kayu berkelas awet III - V. Kelas awet sangat berkaitan erat dengan kemampuan kayu bertahan dengan keadaan lingkungan.


Pada umumnya kayu yang berkualitas menengah ke bawah memiliki umur yang singkat. Konstruksi bangunan kayu tersebut sangat mudah diserang organisme perusak kayu, baik itu kumbang penggerek, rayap, jamur, dan lain-lain. Kerusakan yang ditimbulkan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Sebagai contoh, degradasi selulosa kayu yang dilakukan rayap mengakibatkan keroposnya kayu konstruksi dan pada kurun waktu tertentu mengakibatkan kekuatan kayu menurun.


Perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat menghasilkan inovasi untuk formula penanganan organisme-organisme perusak kayu. Formula tersebut berupa bahan kimia yang lazim dinamakan pestisida. Jenis-jenis pestisida sangat bergantung kepada organisme sasaran.


Lalu apakah bahan kimia tersebut aman bagi manusia?


Jawabannya terletak pada dosis dan cara penggunaannya. Aplikasi yang tepat tidak akan menjadi masalah bagi manusia dan lingkungan.


Hasan (1986) menyatakan daya racun pestisida dibagi dalam tingkatan beracun sedikit sekali, sedikit, sedang, dan tinggi. Daya racun terhadap sasaran dapat melewati mulut (oral), kulit (dermal), dan pernapasan (inhalasi). Ukurannya ditentukan dengan LD 50 (untuk mulut dan kulit) dan LC 50 (untuk pernapasan). Sesuai dengan istilah yang digunakan LD (lethal dose) memiliki satuan mg/kg dan untuk LC (lethal concentration) memiliki satuan mg/L. Dewasa ini LD 50 adalah petunjuk yang paling dapat dipercaya dalam menentukan daya racun akut dari pestisida.


Tindakan preventif terhadap serangan perusak kayu merupakan tindakan yang tepat untuk kayu kualitas III ke atas, agar masa pakai kayu lebih lama (awet). Untuk mencapai tujuan tersebut, Nandika dkk (2003) menyatakan tindakan preventif ini (pengawetan)dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:


1. Metode Pelaburan dan Penyemprotan

Pelaburan bahan pengawet dilakukan ke permukaan kayu yang telah dikeringkan terlebih dahulu. Pelaburan ini dapat dilakukan dua kali, akan tetapi pelaburan pertama telah kering. Dalam metode ini biasanya digunakan bahan pengawet minyak atau pengawet yang larut minyak.


2. Pencelupan

Kayu diawetkan dengan cara dicelupkan ke dalam larutan bahan pengawet selama beberapa detik atau menit. Agar hasilnya lebih baik, kayu-kayu tersebut dikeringkan terlebih dahulu. Bahan pengawet yang digunakan biasanya adalah senyawa boron atau flour.


3. Rendaman

Dalam cara ini kayu direndam di dalam tangki-tangki yang berisi bahan pengawet larut air. Umumnya lama perendaman maksimum 2 minggu. Absorbsi bahan pengawet terutama terjadi dalam 2-3 hari pertama, setelah itu absorbsi berjalan sangat lambat. Bahan pengawet yang digunakan adalah campuran HgCl 0,67% dengan NaCl 1%.


4. Rendaman Dingin

Kayu-kayu diawetkan dengan cara merendamnya ke dalam larutan bahan pengawet larut minyak dalam suhu kamar beberapa hari atau beberapa minggu. Lebih dari separuh absorbsi terjadi pada hari pertama. Agar penetrasi berjalan sempurna, kayu harus dikeringkan terlebih dahulu.


5. Rendaman Panas Dingin

Pada metode ini kayu-kayu yang telah dikeringkan direndam ke dalam bahan pengawet panas, kemudian ke dalam bahan pengawet dingin. Pemanasan berfungsi untuk mengeluarkan udara dan air dari permukaan kayu, sedangkan pendinginan menyebabkan udara dan uap air pada lapisan luar kayu menjadi mengerut dan dengan sendirinya menimbulkan semacam vakum.


6. Vakum Tekan

Metode ini dilakukan di dalam suatu tabung silinder tertutup. Metode ini mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:

a. Proses pengawetan relatif cepat.

b. Proses pengawetan dapat dikontrol sehingga retensi dan penetrasi dapat diatur sesuai dengan keinginan dan pemakaian bahan pengawet menjadi efisien.

c. Retensi lebih besar serta penetrasinya lebih dalam dan merata.

Metode ini sangat dianjurkan untuk mengawetkan kayu-kayu yang akan dipakai pada konstruksi gedung, jembatan, menara pendingin, dan pelabuhan.


7. Metode Injeksi

Prinsip metode injeksi adalah mendorong bahan pengawet ke dalam kayu dengan bantuan tekanan yang dihasilkan oleh suatu injektor khusus melalui satu atau lebih liang aplikasi yang dipersiapkan sebelumnya dan mempunyai katup (valve). Dengan adanya katup tersebut serta adanya pori dan rongga di antara serat kayu, maka bahan pengawet menyebar ke berbagai arah dan tidak keluar lagi dari liang aplikasi.

Bahan kimia yang telah diabsorbsi kayu dengan beberapa metode di atas akan bertahan dalam beberapa waktu lamanya sesuai dengan daya residu pestisida (pengawet) tersebut. Cara kerjanya dapat dibagi menjadi enam, yaitu protectant, sterilants, kontak, racun perut, sistemik, dan fumigant.


Kayu yang telah melewati proses pengawetan akan meningkat kualitasnya, sehingga kerugian materil ke masa depan dari konstruksi bangunan dapat diminimalisir dan lebih hemat tanpa penggantian bahan kayu.



Kenangan Praktikum Geodesi & Kartografi

ML clipboard

Praktikum Geodesi merupakan bentuk pemahaman aplikasi teori Ilmu Geodesi dan Kartografi. Praktikum ini merupakan mata kuliah wajib mahasiswa Departemen Kehutanan Universitas Sumatera Utara Medan. Dalam praktikum ini ada delapan judul dipelajari, yaitu:

  1. Pengenalan Alat

  2. Pengukuran Jarak Horizontal

  3. Pengukuran Sipat Datar Memanjang

  4. Pengukuran Batas dan Pemetaan Detail

  5. Pembuatan Belokan

  6. Pembuatan Peta Kontur

  7. Analisis Peta

  8. Pengenalan GPS (Global Positioning System)

Setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini diwajibkan membawa buku jurnal mingguan, buku kuis, dan laporan CD. Praktikum dilaksanakan di lapangan dengan menilai kreativitas, kekompakan, dan kerjasama kelompok. Adapun praktikum yang dilaksanakan di lapangan adalah pada judul Pengukuran Jarak Horizontal, Pengukuran Sipat Datar Memanjang, Pengukuran Batas dan Pemetaan Detail, dan Pembuatan Peta Kontur. Kelompok secara umum dibagi atas 5 kelompok, sebab disesuaikan dengan kapasitas ruang laboratorium. Adapun Ruang Laboratorium bernama Laboratorium Manajemen Hutan Terpadu yang terlaetak di Lantai 3 Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

HTML clipboard

Nilai akhir praktikum diperoleh berdasarkan rekapitulasi persentase nilai, dengan perincian berikut:

  1. Jurnal = 20%

  2. Kuis = 10%

  3. Laporan CD = 15%

  4. Tugas Tambahan = 5%

  5. Laporan Akhir = 20%

  6. Praktikal Test = 30%

Berdasarkan pengalaman yang saya alami dalam praktikum ini adalah sangat dibutuhkan ketelitian, keseriusan, dan kedisiplinan yang tinggi. Kerjasama dan kekompakan kelompok juga diuji apakah solid atau tidak yang dapat dinilai dari hasil kerja kelompok. Perbedaan karakter yang dimiliki setiap orang dalam kelompok juga tidak jarang menjadi persoalan yang menyebabkan konflik kecil.

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Oding Affandi, S.Hut, M.P (Koordinator Laboratorium) yang mempercayakan saya untuk mengerjakan tugas mulia ini bersama kelima teman-teman yang lain [K' Meylida (Teknologi Hasil Hutan 2005) selaku Asisten Koordinator, Dedi Saputra (Teknologi Hasil Hutan 2006), Meriam Zanaria (Manjemen Hutan 2006), Melyana Purba (Manajemen Hutan 2006), dan Haryanto (Manajemen Hutan 2006)].

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi yang saya lakukan ketika saya dipercaya menjadi asisten Praktikum Geodesi dan Kartografi:

HTML clipboard

Senyum dan semangat selalu ...


HTML clipboard

Aduh... Jangan Rame-rame dunks aku kan lagi ngukur... (Robin)


HTML clipboard

Tetap tersenyum walau banyak data yang wajib dikerjakan


HTML clipboard

Kelompok 2


HTML clipboard

Kelompok 3


HTML clipboardKelompok 5


HTML clipboard

Adapun tujuan akhir dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu membuat atau memetakan suatu permukaan bumi ke dalam bentuk peta kontur. Mahasiswa Kehutanan harus mampu membuat peta suatu keadaan topografi bumi dengan alat-alat yang sederhana sekalipun. Pernyataan ini senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Bejo Slamet, S.Hut, M.Si selaku dosen tim penyusun buku penuntun praktikum Geodesi dan Kartografi. Pengalaman beliau selama ia pernah menjadi Asisten Praktikum Geodesi dan Kartografi di IPB memetakan topografi bumi suatu hal yang sangat berharga ketika beliau menuturkan pengalamannya dengan saya.

Semoga ilmu yang diterapkan selama dalam praktikum dapat pula kembali diterapkan oleh saya dan teman-teman yang telah menjalani praktikum ini. Semoga kita meraih kesuksesan bersama.

God Bless You All ...

Tail